Yunani dan Inefisiensi

August 27th, 2010

Apa yang terlintas saat kata Yunani/Greece disebutkan?
Apakah Santorini yang membuat Anda ingin berbulan madu sekali lagi?

SSCX - Santorini

Ataukah terlintas Athena yang tersohor?

SSCX - Athena

Baiklah, kali ini kita coba menyamakan frame kita ke business process improvement, sesuai topik dari newsletter ini tentunya. Bagaimana jika kita membayangkan sebuah proses yang tidak mampu memenuhi harapan pelanggan dan shareholders? Minggu ini, BBC merilis berita terkait tidak efisiennya proses di Yunani.

Pemerintah Yunani telah menemukan bahwa telah membayar pensiun orang-orang yang telah meninggal, bahkan ada yang meninggal lebih dari satu dekade lalu.

Sebagai bagian dari upaya untuk memotong pengeluaran dan menangani waste, mereka memulai “penyelidikan” aliran dana pensiun untuk anggota dana pensiun yang telah berusia di atas 100 tahun. Dari daftar ini, mereka menemukan bahwa mereka telah membayar pensiun kepada 321 orang yang telah meninggal. Bisakah Anda membayangkan efisiensi yang terjadi?

Terlepas dari besar kecilnya pemborosan, sebuah pemborosan adalah pemborosan.

Deputi Menteri Perburuhan, George Koutroumanis, menggambarkan penemuan sebagai “luar biasa”, apalagi mereka sedang menghadapi tekanan untuk berhemat.

Dia mengatakan mereka sekarang meninjau data anggota dana pensiun yang masih berusia di bawah 100 tahun. Mr Koutroumanis menggambarkan situasi itu sebagai fenomena “Dunia Ketiga” yang tidak bisa diizinkan untuk melanjutkan “di negara yang ingin disebut sebagai negara Eropa”.

Ini merupakan masalah yang sangat serius di mata menteri-menteri senior Yunani, sebagaimana yang mereka katakan itu menunjukkan inefisiensi sistem di Yunani.

Yunani akan melalui suatu masa pergolakan ekonomi, seperti pemotongan pengeluaran dan mencoba untuk meningkatkan pendapatan pajak dalam rangka untuk memangkas defisit anggaran yang besar.

Bagaimana dengan perusahaan?

Gambaran apa yang terjadi di Yunani tidak berbeda dengan praktik di perusahaan. Perusahaan tanpa strategi yang tepat untuk perbaikan proses dan peningkatan efisiensi perusahaan, hanya akan menemukan masalah-masalah yang ternyata menggerogoti mereka setelah berada dalam situasi sulit.

Bagaimana dengan Anda dan organisasi Anda? Sudahkah Anda melakukan apa yang tepat untuk dilakukan mulai saat ini? Ataukah Anda menunggu hingga situasi sulit?

Indonesia’s Competitiveness Report and YOU

August 19th, 2010

Dalam laporan The Global Competitiveness Report 2009-2010 yang dirilis World Economic Forum, Indonesia diberi ranking 54 dari 133 negara yang menjadi obyek riset, posisi ini dibawah Singapura, Malaysia, China, Thailand, Korea, setara dengan Brazil, Rusia, India, dan lebih baik daripada Vietnam, Filipina, Argentina.
Indonesia saat ini dalam transisi dari Factor-Driven Economies menjadi Efficiency-Driven Economies.

Berikut adalah salah satu ringkasan rapor Indonesia:

SSCX - Lean - Competitivess - Radar Chart

Dalam penjelasannya juga disebutkan bahwa pada proses transisi menjadi Efficiency Driven Economies, tingkat penghasilan akan meningkat dan industri harus mulai mengembangkan proses produksi yang efisien dan meningkatkan kualitas produk. Pada fase ini competitiveness akan semakin dipengaruhi oleh pendidikan dan pelatihan, pasar yang efisien, pasar sumber daya manusia yang well-functioning, pasar finansial yang baik, pasar domestik dan/atau luar negeri yang besar dan kemampuan adopsi teknologi.

Yang menarik untuk dipelajari lagi adalah salah satu pilar dari 12 Competitiveness Pillars: Business Sophistication. Pilar ini terkait dengan situasi supply, produksi, dan marketing dari industri-industri.

SSCX - Six Sigma - Competitiveness - Pilar 11

Dari chart di atas dapat dilihat bahwa Kuantitas (jumlah) Supplier dinilai cukup banyak dan merupakan Competitive Advantage, tetapi kualitas dari supplier ternyata tidak baik. Kotak biru menunjukkan advantage, sementara abu-abu adalah disadvantage. Secara ringkas dapat diilustrasikan seperti ini, jika PT X adalah produsen electronic appliances, maka mencari supplier di Indonesia untuk komponen elektrik atau untuk kemasan adalah hal mudah, tetapi kualitas dari supplier yang ada tidaklah memuaskan.
Dimanakah posisi Anda?

Kemudian salah satu elemen dari pilar ini yang diberi nilai tidak baik adalah Production Process Sophistication. Menunjukkan seberapa maju proses produksi di negara tersebut. Indonesia berada di peringkat 60, dengan indeks 3.7 dari maksimal 7.0. Jauh dibawah Jepang dan Jerman, Singapura, Taiwan, Brazil, Malaysia, China.

Banyak pilar competitiveness yang harus diperbaiki oleh pemerintahan Republik Indonesia saat ini, seperti perpajakan, infrastruktur, undang-undang ketenaga-kerjaan, pendidikan dasar, stabilitas makro ekonomi, birokrasi, kemudahan akses ke pembiayaan.

TETAPI, dalam semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke 65, marilah kita melihat apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan daya saing kita dan negara kita!

Ada beberapa hal yang penting yang dapat kita laksanakan dalam kapasitas kita sebagai praktisi di industri, sebagai bagian dari ekonomi Republik Indonesia. Kami mencoba menyaringnya dalam perspektif yang relevan dengan bidang SSCX:

  1. Meningkatkan keahlian (skill) dari anggota organisasi. Anggota organisasi yang handal akan memberikan kontribusi yang signifikan pada organisasi Anda. Ingat, anggota organisasi yang ditingkatkan keahliannya, akan makin loyal terhadap perusahaan, bukan sebaliknya.
  2. Meningkatkan efisiensi dari proses di organisasi kita. Proses yang efisien akan meningkatkan kecepatan kita dalam beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang kerap berubah.
  3. Meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan organisasi kita. Jadilah produsen, service provider, yang dipilih karena kualitas bukan karena sekedar murah. Jadikan organisasi dan produk Anda sustainable (berkesinambungan).
  4. Meningkatkan daya saing produk kita terhadap produk impor, tanpa perlu khawatir dengan Free Trade Agreement, penguatan US Dollar dan sebaliknya.

Mari bersama kita tingkatkan competitiveness negara kita, mulai dari apa yang dapat kita lakukan!

SSCX - Konsultan Lean Indonesia - Flag

Vacancy: Process Analyst (Jakarta)

August 6th, 2010

Six Sigma Center of Excellence (SSCX) is a leading Lean and Six Sigma consulting firm in Asia, with global network. Our core capabilities are Lean Enterprises, Six Sigma, and Cost Transformation. We have worked with hundreds of organizations in Asia Pacific, from companies listed in Fortune 500 to small manufacturers, from largest banks in the region to 5-star hotel chain. For years, we have consistently deliver breakthrough business result (link to Success Stories), at SSCX we call it Bolder Result, to organizations by enabling them to measure the financial and non-financial results of their initiatives.

We are now expanding and looking for BEST TALENTS:

Process Analyst (Jakarta)

Essentials job duties:

  • Under Senior Consulting Team, examine and evaluate operational sequence, material flow, process flow, information flow, functional instructions, organization charts, planning and production schedules providing recommendations to maximize synchronicity, waste elimination, efficiencies, worker & equipment utilization, communication, and through-put in a controlled pace.
  • With Senior Consulting Team, generate ideas for continuous improvement initiatives and the implementation.
  • This is an entry level into our consulting role.

Key Requirements:

  • Graduated from Industrial Engineering (reputable universities), maximum age 25 years old.
  • Strong leadership and able to influence others.
  • Strong in communication skills, presenting thought and elaborate analytical methods.
  • Strong skills in Line Balancing, Production Planning and Inventory, Statistic, Operational Research, Quality Control. Minimum B+ for these subject or relevant subjects.
  • Familiarity with Manufacturing Methods, Lean Manufacturing, Six Sigma, 5S, Continuous Improvement Methodology is an advantage.
  • Analytical skills required to study performance of the operation & further improve.
  • Willing to work in manufacturing environment and as well as service environment.
  • Proficient in oral and written English is a must.
  • Able to work with minimum supervision and or in team

If your vision of a work environment includes the challenges which can lead to personal growth, respect for ideas, and colleagues who rank with the best, then please send your application and resume in English, quoting job code Process Analyst, and recent photograph to people@SSCXinternational.com before Aug 30th, 2010.

Vacancy: Lean Deployment Consultant

July 27th, 2010

Hiring Icon

We are looking for talented individuals to strengthen our team of consultants. Our clients include leading companies from a wide range of industries, including Bank Mandiri Tbk, Freeport Indonesia, Alcan – Beauty Packaging, Dynaplast Tbk, Perusahaan Listrik Negara (PLN).

The right candidate should:

  1. Be University graduated, preferably majored in Engineering or related field.
  2. Have certification in Lean Manufacturing or 6 Sigma is a substantial advantage.
  3. Have minimum 4 years relevant experience in Lean or 6 Sigma implementation in the field or equivalent industry experience.
  4. Possess excellent communication and presentation skills.
  5. Have a very good command of English in both written and spoken

Roles and responsibilities as a consultant:

  1. Managing & guiding specific Lean projects within client
  2. Providing training and mentorship to our clients on Lean Tools and specific project requirements
  3. Work on specific Lean and/Six Sigma projects to increase quality and efficiency and reduction of lead times

Drop your resume to people@sscxinternational.com. Only shortlisted candidates will be notified.

Lean Manufacturing di Airbus

July 21st, 2010

Keterlambatan peluncuran produk Airbus maupun pesaingnya: Boeing pada beberapa waktu lalu telah membuat masing-masing dari mereka untuk memperbaiki kinerja mereka. Beberapa ketidaksesuaian antara kebutuhan pelanggan mereka (baca: airlines) dengan apa yang menjadi rancangan produk Airbus juga telah menyebabkan Airbus kehilangan order. Mereka harus melakukan SESUATU!

Bahkan sempat muncul kartun seperti ini:
Lean Six Sigma SSCX Airbus Boeing

Saat ini, kecepatan Airbus dalam menyediakan produk ini (target: 2013) adalah satu ukuran penting bagi pelanggan mereka. Beberapa upaya sedang dijalankan oleh Airbus, salah satunya dengan menjalankan Lean Manufacturing. Gerald Weber, ditunjuk sebagai Executive Vice President Operations sejak 2007 sebagai bagian dari program yang akan merubah bagaimana Airbus menghasilkan pesawat. Weber sebelumnya bekerja di lingkungan yang kental dengan implementasi Lean yaitu Daimler, Audi, Volkswagen.

Lean Manufacturing - Weber Airbus

Dalam sebuah wawancara, Weber menyampaikan beberapa contoh hal yang sudah dilakukan di Airbus terkait Lean:

  • Untuk mempercepat penyelesaian produk ini, Airbus telah memangkas program uji terbang A350 dari 18 bulan menjadi hanya 12 bulan.
  • Airbus mengurangi jumlah kustomisasi (variasi) dari interior Airbus.
  • Mengubah cara menggabungkan sistem internal dan badan pesawat. Salah satu perubahannya adalah pre-assemble (pra-rakit) kabel dan tabung untuk hidrolika, elektronik, air dan limbah, AC dan oksigen di menjadi suatu modul yang disebut crown-module dan tinggal memasukkannya ke badan pesawat daripada membawa setiap bagiannya secara terpisah ke dalam badan pesawat. Proses ini bertujuan untuk mengurangi waktu perakitan sebanyak 20 persen.
  • Sebuah A350 memiliki lebih dari 45.000 bracket yang berbeda untuk mengikat kabel-kabel di dalam pesawat, mereka sedang menguranginya menjadi hanya 5.000.
  • Saat ini, “Setiap orang bekerja lebih dekat bersama di A350,” kata Weber. Perancang, insinyur dan pelanggan bekerja sama dari awal pesawat untuk mengidentifikasi potensi perbaikan. Tidak ada lagi silo yang membuat proses perbaikan kinerja proses dan produk terhambat.

    Lean Assembly SSCX

    Sebagai gambaran, A350 akan dirakit di Toulouse, dengan bagian ekor yang berasal dari Spanyol, sayap berasal dari Inggris, sebagian besar badan pesawat berasal dari Jerman.

    Jalur Distribusi Airbus

    Pekerja di Airbus juga kemudian diajak untuk mempelajari produksi di pabrik Porsche dan Volkswagen. Airbus telah menempatkan lebih dari 2.000 pekerja di sebuah di fasilitas Hamburg melalui sebuah akademi yang disebut akademi Lean agar mereka dapat mempelajari bagaimana proses produksi dapat diperbaiki.

    Lalu, bagaimana dengan Anda? Bagaimana dengan implementasi continuous improvement di organisasi Anda? Apakah Anda sudah melakukan SESUATU untuk membuat organisasi Anda lebih baik?

    Jika Anda tertarik dengan Lean, Anda juga dapat men-download ebook ringkas mengenai Lean, Manfaat, Hambatan, dan Budaya Organisasi di LINK INI.

    Download Book SSCX Lean Six Sigma

    Sumber: Airbus, Bloomberg BusinessWeek, AirlinesHerald. Foto: FlightInternational, Airbus, Wikipedia, AirlinesHerald.